TAHUN BARU HIJRIAH 

Di Banyuwangi, ada satu tradisi sakral yang bernama tradisi baritan,  digelar setiap malam 1 Muharram atau tahun baru Hijriah.
Ritual ini bukan hanya bagian dari budaya, melainkan simbol spiritualitas dan kekompakan masyarakat. Lalu seperti apa sebenarnya tradisi Baritan?
Ayo kita lihat prosesi ini dan apa maknanya? 

Apa Itu Tradisi Baritan?
Baritan adalah ritual tahunan masyarakat Banyuwangi yang dilangsungkan pada malam tahun baru Islam, 1 Muharram. Tradisi ini dilakukan menjelang azan magrib, sebagai momen pergantian tahun, di mana masyarakat berkumpul untuk memanjatkan doa bersama.

Inti dari ritual ini adalah memohon keselamatan, dijauhkan dari marabahaya dan bencana yang bisa mengganggu kehidupan warga desa. Setelah doa bersama, warga menyantap makanan khas yang disiapkan secara gotong royong.

Baritan dilaksanakan di pelataran kampung atau halaman rumah warga. Prosesi diawali dengan doa bersama yang dipimpin tokoh adat atau sesepuh desa..

Setelah itu, dilakukan pembagian takir, piring dari daun pisang berisi nasi, sambal goreng, tahu, tempe, dan lauk pauk sederhana lainnya. Setiap keluarga membawa sekitar 4-5 takir sesuai jumlah anggota keluarga. Warga duduk bersila mengelilingi makanan tersebut, lalu menyantapnya bersama dalam suasana khidmat dan penuh kebersamaan.


Sumber: 
https://www.detik.com/jatim/budaya/d-7962899/tradisi-baritan-banyuwangi-ritual-sakral-untuk-tolak-bala.

Infos
Instagram